PERKEMBANGAN TELEVISI
SEBAGAI MEDIA TELEKOMUNIKASI SAAT INI DI MASYARAKAT
Teori
Televisi sebagai media saat ini . Memasuki era telekomunikasi, ruang dan waktu
tidak lagi menjadi hambatan bagi manusia untuk saling berkomunikasi satu sama
lain. Media-media telekomunikasi bermunculan dan membuat hidup manusia menjadi
jauh lebih mudah. Setelah radio, media yang mampu mem-broadcast suara, penemuan terus berkembang hingga ada radio bergambar
yang belakangan ini kita kenal sebagai televisi.
Tahun 1880-an, seorang ilmuwan, Paul Nipkow,
berhasil menemukan ‘Cakram Nipkow’ yang menjadi basis pengembangan media ini.
Istilah televisi sendiri baru diperkenalkan pada tahun 1900 oleh seorang berkebangsaan
Rusia, Constantin Perskyl di Paris. Selanjutnya, tahun 1927, Philo Fansworth
mendapatkan paten atas penemuannya yakni televisi elektronik pertama. Televisi
mulai dikenal masyarakat dan menjadi sumber hiburan dan informasi baru bagi
masyarakat.
Televisi saat itu tentu saja masih berupa
televisi hitam putih, yang resolusinya masih kecil, dan menggunakan sinyal
analog. Layarnya masih menggunakan tabung sinar katoda (CRT),yang bentuknya
cenderung besar dan menggembung. Pada tahun 1940, televisi berwarna ditemukan
oleh Peter Goldmark. Bentuk layarnya pun mulai berkembang menjadi layar plasma
yang lebih praktis dan resolusinya lebih baik. Layar ini sekarang banyak kita
kenal sebagai LCD, LED, ataupun OLED. Berbicara tentang sinyal, televisi yang
tadinya masih menggunakan sinyal analog pun mulai berkembang menggunakan sinyal
digital. Alasannya adalah sinyal analog sangat bergantung pada keadaan cuaca.
Sinyal analog lebih mudah terganggu apabila perubahan cuaca terjadi dan cuaca
berubah menjadi buruk.
Karena televisi mampu menyiarkan suara dan
gambar sekaligus, makan frekuensi yang dibutuhkan juga lebih besar. Televisi
menggunakan gelombang VHF atau Very High Frequency dan UHF atau Ultra High
Freuquency. Gelombang ini nantinya akan dipancarkan oleh stasiun televisi, dan
diterima oleh televisi yang ada di rumah-rumah
Televisi
sebenarnya punya peranan yang sangat luar biasa
dalam sebuah kegiatan komunikasi. Peranannya sangat banyak dan dapat membantu. Kita bisa dengan mudah mendapatkan
informasi yang sangat banyak. Tak hanya berita sajamelainkan juga
hiburan-hiburan dalam dunia entertaintment. Televisi adalah media komunikasi satu arah untuk mendapatkan informasi informasi dan berita
secara tidak monoton. Televisi menciptakan gambaranmenarik tersendiri karena kita dapat melihat gambar
dan juga mendeng
ar suaranya. Saat ini menurut sepenglihatan saya, televisi telah lebih banyak menyuguhkan acara-acara berbau hiburan. Contohnya bisa kita lihat sendiri, sudah ada banyak judul sinetron sinetron yang di siarkan di stasiun-stasiun televisi, sama halnya dengan acara-acara reality show. Akan tetapi ada juga beberapa stasiun televisi yang mmemiliki genre atau memang khusus untuk menyajikan program-program berita seperti tv one dan metro tv.
ar suaranya. Saat ini menurut sepenglihatan saya, televisi telah lebih banyak menyuguhkan acara-acara berbau hiburan. Contohnya bisa kita lihat sendiri, sudah ada banyak judul sinetron sinetron yang di siarkan di stasiun-stasiun televisi, sama halnya dengan acara-acara reality show. Akan tetapi ada juga beberapa stasiun televisi yang mmemiliki genre atau memang khusus untuk menyajikan program-program berita seperti tv one dan metro tv.
Televisi menjadi sangat menarik perhatian kita karena kita
bisa melihat langsung keadaan dan kondisi yang sedang digambarkan atau
diberitakan. Hal itumenjadikan kita seakan akan berada didalamnya. Televisi seiring perkembangan jaman sudahberkembang menjadi semakin canggih . saat ini juga
televisi bisa kitatonton
melalui media internet
dengan cara streaming video, jadi dimanapun kita berada
selama kitamempunyai akses koneksi internet serta gadget
untuk mengaksesnya, kita dapat menonton tv meskipun stasiun itu berada diluar area
jangkauan.Televisi akan menjadi terus berkembang lagi pada masa mendatang. Akan
menjadi jauh lebih hebat
dan menjadi jauh
lebih praktis serta lebih canggih.
Televisi tentu juga memiliki
kelemehan yang menyebabkan rusaknya bagian bagian. Pada bagian kesehatan ,Karena berkaitan dengan pola perilaku yang menetap (sedentary behavior)
seperti duduk, selonjoran dan berbaring dalam waktu yang lama tanpa kita mengeluarkan energi,
terlalu banyak menonton televisi bisa berdampak negatif bagi
kesehatan. Banyak penelitian sudah menunjukkan bahwa
menonton televisi dalam jangka waktu yang lama
berasosiasi dengan massa tubuh kita yang lebih tinggi,
tingkat kesehatan yang lebih rendah dan juga tingkat kolesterol darah yang lebih
tinggi. Semakin sering seseorang menonton
televisi pada waktu masih anak-anak, semakin tinggi tingkat kemungkinannya bagi kita untuk mengalami obesitas atau kelebihan
berat badan pada saat kita sudah dewasa. Menonton
televisi dan perilaku menetap lainnya juga berhubungan dengan semakin tingginya tingkat risiko kanker prostat, kolorektal, ovarium,endometorial serta risiko penyakit
kardiovaskular.
Rating adalah tolak ukur keberhasilan suatu
program acara yang ditayangkan di stasiun televisi,walaupun tidak menyeluruh
namun rating menjadi patokan apakah acara tersebut diminati oleh pemirsanya
atau tidak. Ditambah semakin tinggi ratingnya akan semakin mahal biaya iklan
yang akan di tayangkan di sela sela acara tersebut seperti contohnya acara
bukan empat mata yang di pandu oleh tukul arwana. Iklan pada acara ini tentu
lebih mahal di bandingkan dengan iklan di pagi dan siang hari. Hal ini di
karenakan acaranya yang memiliki rating dan juga jumlah pemirsa pada siang dan
pagi hari yang lebih sedikit dikarenakan orang orang bekerja pada pagi hari
sampai malam hari. Rating televisi juga menjadi gengsi pada dunia televisi,
persaingan merebut para pengiklan di lakukan melaui penciptaan program program
yang fenomenal dan menarik hati banyak public sehingga para pengiklan menjadi
tertarik. Banyak hal hal yang mempengaruhi rating baik mulai dari acara, artis,
program, interaktif dll.
Kasus
Perbedaan LCD LED dan OLED
Saat membeli monitor pasti kita akan diberikan banyak pilihan, untuk urusan
Layar saja ada pilihan LED atau LCD. Nah disini ada perbedaan antara type layar
LCD dengan LED dan OLED
Untuk lebih jelasnya tentang LCD dan LED adalah sebagai berikut :
Untuk lebih jelasnya tentang LCD dan LED adalah sebagai berikut :
LCD merupakan
singkatan dari Liquid Crystal
Dysplay. Merupakan teknologi paling populer yang paling sering kita
temui dalam perangkat sehari-hari seperti yang dipakai di TV, ponsel, dan juga
monitor komputer layar datar. Monitor jenis ini displaynya memakai lampu latar
(Liquid Crystal) untuk menampilkan gambar dari layar kristalnya. Namun
sesungguhnya LCD tidaklah menyajikan image dengan kualitas terbaik. Sebuah
layar LCD tidak dapat menghasilkan cahaya, karenanya dia membutuhkan sebuah
sumber cahaya yang bisa diletakkan didepan, disamping, atau dibelakang. Sumber
cahaya dari belakang diberi istilah “backlight”.
LED adalah LCD dengan tambahan backlight Light Emitting Diodes (LED) mempunyai
keunggulan dalam menampilkan warna yang jauh lebih banyak dibandingkan
teknologi LCD (standart) dan menghasilkan tampilan yang menyerupai warna
aslinya. Seperti lampu samping mobil mobil tipe baru dimana sumber cahayanya
tidak lagi berasal dari satu lampu pijar saja tapi terdiri dari dioda-dioda
bersinar dalam jumlah banyak. Karena sumber cahayanya lebih banyak dan tersebar,
LED backlight menjanjikan pencahayaan yang lebih merata diseluruh permukaan
display. LED menghasilkan cahaya putih yang lebih “putih”. Ini akan
menghasilkan warna warna yang lebih cemerlang dibanding fluorescent backlight.
Kualitas dan warna gambar yang dihasilkan jauh lebih hidup dan cocok untuk
design grafis. Selain itu LED juga menghemat energy 40 persen dibandingkan
dengan televisi LCD dengan ukuran yang sama, Bebas merkuri dengan desainnya
yang tipis, dan disertai bobot yang lebih ringan separuh dari LCD. Teknologi
LED ini lebih mahal daripada LCD karena memang kualitas gambar lebih baik dari
LCD. Gambar tidak akan redup / berubah walaupun dilihan dari sudut manapun.
Sedangkan OLED adalah Organic
Light Emiting Dioda. keunggulannya tidak perlu lagi lampu latar untuk
menampilkan gambar, karena LED punya cahaya sendiri, sehingga monitornya jadi
lebih tipis dan bisa dibuat elastis. gambar dan warna juga lebih jernih dan
tajam. cuma kabarnya ketahanan dari OLED ini lebih pendek dari LCD.
Analisis
Plasma TV = Cocok buat nonton Film.
Jika ditempatkan di ruangan yang sangat terang (spt di showroom), gambarnya akan terlihat lbh redup dari LCD.
Jika ditempatkan di ruangan agak redup, Hitamnya lbh pekat dari LCD.
Selain itu, Plasma-TV minim blur / ghosting, gak ada Backlight-bleeding / Clouding.
Sudut pandang Plasma-TV sangat lebar.
Pencahayaan dan warnanya, berasal dari Gas Pixel Plasma-nya sendiri (tanpa Backlight).
LCD-TV = Cocok untuk gaming / browsing / PC.
Jika ditempatkan di ruangan yang sangat terang, gambar dan warna lebih cerah daripada Plasma-TV.
Namun, untuk adegan gerak cepat / siaran olahraga, rentan ghosting / blur.
LCD-TV menggunakan Backlight untuk pencahayaan,
& menggunakan Cairan Kristal, untuk reproduksi warna.
LED-TV = Prinsip kerjanya mirip dengan LCD-TV, bedanya di backlight yang digunakan.
LCD-TV menggunakan Lampu Neon (CCFL)
& LED-TV menggunakan Lampu LED sebagai backlight.
OLED-TV / AMOLED = Menggunakan beberapa lapisan organik sebagai pencahayaan dan reproduksi warna, tanpa menggunakan backlight seperti LED/LCD-TV.
Menghasilkan gambar yg deep-black, cukup bright dan minim blur dgn frame layar yang tipis.
OLED Masih dalam tahap pengembangan,
- Lapisan organik warna biru hanya dapat bertahan krg lebih 7000 jam
- Lapisan organik warna hijau dan merah hanya dapat bertahan krg lebih 14000 jam
Dikarenakan ongkos produksi yang relatif sangat mahal dan masih teknologi baru (dibutuhkan pengembangan), maka demand dari pasar msh sangat kecil.
**Perlu diketahui,
Daya LCD-TV (pada umumnya) akan tetap selalu konstan, kurang-lebih, sesuai seperti yang tertera di spesifikasi, mau scene gelap atau terang sama aja, karena, Backlight yang ada di balik layar LCD selalu ON terus.
Namun,
ada beberapa produsen LCD-TV yang menggunakan teknologi untuk mengurangi intensitas cahaya Backlight, agar daya lebih efisien.
Konsumsi listrik plasma yang tertera di spesifikasi adalah, konsumsi listrik saat menampilkan gambar putih statis, dgn brightness dan contrast normal.
Sebenarnya,
konsumsi listrik pada Plasma-TV, berubah-ubah mengikuti pencahayaan scene.
Jadi, Klo scene gelap - sedang, daya pada Plasma-TV tidak terlalu berbeda dengan daya pada LCD-TV.
& Klo banyak scene gambar gelap, konsumsi daya bisa dibilang sangat efisien.
Referensi
Jika ditempatkan di ruangan yang sangat terang (spt di showroom), gambarnya akan terlihat lbh redup dari LCD.
Jika ditempatkan di ruangan agak redup, Hitamnya lbh pekat dari LCD.
Selain itu, Plasma-TV minim blur / ghosting, gak ada Backlight-bleeding / Clouding.
Sudut pandang Plasma-TV sangat lebar.
Pencahayaan dan warnanya, berasal dari Gas Pixel Plasma-nya sendiri (tanpa Backlight).
LCD-TV = Cocok untuk gaming / browsing / PC.
Jika ditempatkan di ruangan yang sangat terang, gambar dan warna lebih cerah daripada Plasma-TV.
Namun, untuk adegan gerak cepat / siaran olahraga, rentan ghosting / blur.
LCD-TV menggunakan Backlight untuk pencahayaan,
& menggunakan Cairan Kristal, untuk reproduksi warna.
LED-TV = Prinsip kerjanya mirip dengan LCD-TV, bedanya di backlight yang digunakan.
LCD-TV menggunakan Lampu Neon (CCFL)
& LED-TV menggunakan Lampu LED sebagai backlight.
OLED-TV / AMOLED = Menggunakan beberapa lapisan organik sebagai pencahayaan dan reproduksi warna, tanpa menggunakan backlight seperti LED/LCD-TV.
Menghasilkan gambar yg deep-black, cukup bright dan minim blur dgn frame layar yang tipis.
OLED Masih dalam tahap pengembangan,
- Lapisan organik warna biru hanya dapat bertahan krg lebih 7000 jam
- Lapisan organik warna hijau dan merah hanya dapat bertahan krg lebih 14000 jam
Dikarenakan ongkos produksi yang relatif sangat mahal dan masih teknologi baru (dibutuhkan pengembangan), maka demand dari pasar msh sangat kecil.
**Perlu diketahui,
Daya LCD-TV (pada umumnya) akan tetap selalu konstan, kurang-lebih, sesuai seperti yang tertera di spesifikasi, mau scene gelap atau terang sama aja, karena, Backlight yang ada di balik layar LCD selalu ON terus.
Namun,
ada beberapa produsen LCD-TV yang menggunakan teknologi untuk mengurangi intensitas cahaya Backlight, agar daya lebih efisien.
Konsumsi listrik plasma yang tertera di spesifikasi adalah, konsumsi listrik saat menampilkan gambar putih statis, dgn brightness dan contrast normal.
Sebenarnya,
konsumsi listrik pada Plasma-TV, berubah-ubah mengikuti pencahayaan scene.
Jadi, Klo scene gelap - sedang, daya pada Plasma-TV tidak terlalu berbeda dengan daya pada LCD-TV.
& Klo banyak scene gambar gelap, konsumsi daya bisa dibilang sangat efisien.
http://www.kaskus.co.id/thread/000000000000000012442340/hdtv-lcd-led-tv-plasma-tv-amp-oled-tv-part-iv
http://m44np.blogspot.com/2013/06/perbedaan-lcd-led-dan-oled_8.html
Tidak ada komentar:
Posting Komentar